TOLAK PELURU
Definisa Tolak Peluru
Banyak
orang awam mangenal apa itu peluru ?
Kalau
sudah menyangkut dengan peluru pasti dihubung – hubungkan dengan senjata api.
Karena paluru merupakan sebuah benda atau bisa disebut isinya dari senjata api.
Tapi, peluru ini beda dengan apa yang difikirkan. Dan tidak ada hubungannya
sama sekali dengan senjata api. Peluru ini kalau dihubungkan membanggakan bagi
yang mendalaminya. Yaitu cabang tolak peluru yang masuk dalam daftar perlombaan
Nasional maupun Internasional.
Tolak
peluru merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mencapai lemparan atau tolakan yang sejauh
jauhnya. Peluru yang digunakan terbuat dari besi berbentuk oval dengan berat
3kg, 4kg, 5kg, 7kg. Dengan ruang lingkaran lebar 5 x 3m. Yang terpenting dari
tolak peluru adalah peluru harus didorong keluar dengan kecepatan maksimal, dengan
sudut kira – kira 40 derajat. Posisi untuk menolak harus ditekankan pada kaki.
Karena kaki adalah bagian yang terkuat dari badan.
Teknik – teknik Tolak
Peluru.
Cara
memegang :
Peluru
harus terletak pada akar jari-jari tangan. Jari pertama, kedua dan ketiga
(telunjuk, jari tengah dan kelingking) merupakan titik - titik utama untuk
membantu melontar. Jari-jari berdekatan. Jari kelingking dan ibu jari menjaga
agar peluru tergeser kesamping ke
samping. Peluru harus tetap berada diposisi bawah rahang. Latihan yang pertama,
gerakan dari lengan. Peluru harus didorong dari tempatnya bertopang dileher.
Pada waktu menolak, siku harus setinggi mumgkin dan mengikuti terus dibelakang
peluru, ketika peluru sudah dilepaskan, jangan sekali sekali membiarkan lengan
tertuju dibawah peluru atau terburu buru ditarik. Kedua kaki sejajar
berdampingan, menghadap kearah sasaran lemparan dan jarak antara kaki ini lebih
lebar sedikit dari lebar pinggul. Setelah latihan pertama dikuasai, selanjutnya
dilakukan dengan tolakan berdiri.
Tolakan berdiri
Yang
menggunakan tolakan dengan tangan kanan, posisinya sebagai berikut:
·
Dagu, lutut dan ujung
kaki kanan harus berada pada satu garis lurus vertikal. Punggung jangan
membungkuk.
·
Jarak antara kedua kaki adalah dua atau tiga
kaki tergantung tingginya atlet dan ujung kiri sejajar dengan kaki kanan.
·
Gerakan terakhir badan
diputar keposisi semula waktu menolak. Selama gerakan ini harus ditekankan
kecepatan panggul sebalah kanan, siku tetap dibelakang prluru dan mengikutinya
dengan gerak lengan yang cepat. Pundak kiri tidak boleh turun dalam gerakan
ini. Yang perlu ditekankan lagi, bahwa gerakan akhir harus siap dalam posisi
dagu – lutut – ibu jari dangan siku dibelakang peluru. Sedangkan gerakan
diantara kedua garis boleh geser kesamping, lamgkah-samping, langkah-belakang
dan sebagainya. Tekanannya adalah pada kecepatan gerak yang selalu ditingkatkan.Tolak
peluru memiliki dua gerakan yaitu Gaya Obrien (menyamping), dan Gaya Ortodok
(membelakang).
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !