DASAR-DASAR PENDIDIKAN - OLAHRAGA
Headlines News :
Home » » DASAR-DASAR PENDIDIKAN

DASAR-DASAR PENDIDIKAN

KATA PENGANTAR

Diktat ini dibuat oleh penulis dengan bertujuan untuk memberikan motivasi bagi setiap  mahasiswa PJKR  untuk senang membaca . diktat ini bukan satu-satunya pegangan bagi setiap mahasiswa PJKR tetapi diktat ini hanya merupakan pengetahuan penulis tentang materi yang telah dikaji dan dipahami. 
Penulis bersumberkan hanya dari beberapa literatur yang penulis jadikan acuan, oleh karena itu penulis berharap para mahasiswa PJKR selalu mencari buku rujukan yang lain agar lebih komplek dan lebih dinamis sehingga memberikan masukan hal-hal yang baru demi pengembangan materi yang terdapat dalam diktat ini.
Penulis menyadari bahwa setiap manusia tidak akan luput dari kekurangan dalam setiap langkahnya, maka dari itu penulis berharap ada saran dan kritik yang bersifat kontruktif demi kemajuan penulis.
Akhirnya semoga diktat ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin.

Penyusun

N.Sutisna



DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...............        

DAFTAR ISI .............................        
BAB I Filsafat............................               
A.                                                                                                                                             Pengertian Filsafat     
B.                                                                                                                                              Tingkatan Ilmu Filsafat                                             
C.                                                                                                                                              Cabang Ilmu Filsafat 
D.                                                                                                                                             Aliran Filsafat     
BAB II......................................... Pendidikan Jasmani       
A.                                                                                                                                             Pengertian Pendidikan Jasmani...........................     
B.                                                                                                                                              Konsep Dasar Pendidikan Jasmani...........................     
C.                                                                                                                                              Hubungan Pendidikan Jasmani dengan
Pendidikan .....................
D. Indikator Keberhasilan Pembelajaran
     Penjas...........................

ABSTRAK

Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang termasuk ke dalam pendidikan umum (General Education). Yang dimaksud dengan pendidikan umum ini adalah suatu pendidikan yang tujuannya bukan kepada penguasaan materi, akan tetapi materi dijadikan sebuah alat atau media untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas gerak dengan tujuan untuk meningkatkan derajat bugar bagi siswa didik. Dengan demikian proses pendidikan jasmani harus memberikan  pengalaman gerak kepada anak didik seluas-luasnya agar mereka memiliki pengalaman gerak yang dapat dimanfaatkan kelak oleh cabang olahraga untuk dibina dan diarahkan sehingga keterampilan gerak dasar yang dimilikinya dapat ditingkatkan menjadi keterampilan gerak  lanjutan.
Program pendidikan jasmani berbeda dengan program olahraga. Pendidikan jasmani merupakan sebuah proses pembentukan. Sedangkan olahraga adalah sebuah prodak. Ke dua program ini sebenarnya saling berhubungan, dimana hubungannya adalah terletak pada program pendidikan jasmani dasarnya sedangkan program olahraga merupakan kelanjutan dari pendidikan jasmani. Olahraga dapat mengambil manfaat dari pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani memiliki prinsif multilateral artinya gerakannya adalah bersifat umum atau general sedangkan olahraga adalah prinsif spesialisai atau kecabangan.
Namun meskipun dari ke dua program tersebut memiliki perbedaan akan tetapi pada pelaksanaanya berdampingan dan saling membutuhkan, seperti aplikasi dalam lembaga pebndidikan formal, pendidikan jasmani di aplikasikan ke dalam intrakurikuler sedangkan program olahraga diaplikasikan di dalam ekstrakurikuler.


BAB I
FILSAFAT

A.            Pengertian  Filsafat
Filsafat menurut etimologik berasal dari kata Philosophy (Yunani). Philos/Philaen artinya cinta atau hasrat yang berkobar-kobar sedangkan shophia adalah kebajikan. Sehingga kita dapat mengartikan bahwa filsafat adalah cinta akan kebajikan atau kebenaran. Webster mengartikan filsafat adalah sebagai cinta kebenaran (love of wisdom ). Sehingga filsuf dapat diartikan sebagai orang yang mencari kebijakan atau mencari cinta.
Filsafat ini merupakan suatu proses berfikir yang sistematis, mendasar serta mendalam sehingga dapat memberikan penjelasan tentang kehidupan dan prinsip-prinsip yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Sukintaka (2003:3) menyebutkan bahwa : Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menyelididki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan mempergunakan akal untuk mencapai hakikat atau  esensi dapat juga dikatakan bahwa filsafat itu ilmu yang menggambarkan usaha manusia untuk mencari dan menemukan kebenaran kenyataan yang baik mengenai diri sendiri maupun segala sesuatu yang dijadikan objeknya.
Objek itu diselidiki secara kritis, mendasar, radikal, dan integral.
Pengetahuan merupakan dasar dari filsafat. Tanpa pengetahuan keyakinan seseorang tidak lebih dari prasangka. Ilmu pengetahuan  bila ditata & dianalisis dapat menjadikan sebuah kebenaran, sehingga dari kebenaran inilah keyakinan seseorang akan terbentuk. Setelah terbentuknya suatu keyakinan yang berdasarkan ilmu pengetahuan maka lahirlah filsafat.
Melalui penelitian ilmiah, masalah dapat diselesaikan dan kekurangan dapat ditiadakan dan berikut akan menghasilkan pengetahuan lebih banyak dan lebih baik karena diperoleh secara ilmiah. Pengetahuan lebih baik ini pada gilirannya dapat membantu memvaliditasi dan menjelaskan filsafat.(Arma,1994)

Filsafat memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.  Menyeluruh
Filsafat tidak melihat dari satu sudut pandang keilmuan saja, namun dilihat dari sudut pandang yang lain. Kajian ilmunya tidak hanya satu ilmu saja namun terdapat ilmu yang lain. Hasil yang didapat secara filsafat adalah kajian yang didukung oleh berbagai ilmu.

2.  Mendasar
Kajian yang bersifat mendasar, kokoh dan kuat. Kajian yang berdasarkan filsafat merupakan kajian yang dapat dijadikan sebagai patokan dan dapat diandalkan maknanya.
3.  Spekulasi
Menentukan titik awal dari sebuah titik dalam lingkaran ilmu yang luas merupakan penentuan yang spekulatif, namun penentuan yang spekulaitif ini harus dapat dipisahkan antara spekulasi yang mendasar dan tidak mendasar.
Kegunaan filsafat adalah Untuk menentukan arah & tujuan dari hasil pemikiran-pemikiran yang timbul dari pengetahuan dijadikan sebuah rumusan sehingga dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan. Disamping itu juga filsafat memiliki  kegunaan untuk menganalisis dan menilai ilmu pngetahuan yang telah ada.  Filsafat berfungsi sebagai sumber pemberi asas, metode, petunjuk, pemersatu perangkat, dan penafsir dari ilmu yang lain.
Fungsi filsafat dapat dirumuskan berdasar :
1.  Secara Teoritik
Orang belajar filsafat merupakan usaha penambahan ilmu pengetahuan, yang akan
mendorong orang untuk mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan hati-hati dan bijaksana. Dalam hal ini filsafat berfungsi sebagai sumber,pemberi asas, metode, petunjuk,dari ilmu yang lain.
2.  Secara Praktik
a.  Berpikir logik
Berpikir secara teratur, sistematik, dan runtut, sehingga dalam penentuan akan benar, karena mendasar hokum logika.
b. Pembangun hidup kemanusiaan.
Manusia akan selalu menjaga keharmonisan dalam hubungan dengan dirinya sendiri, dengan sesame manusia, dengan lingkungannya, dan dengan penciptanya. Hal ini akan menumbuhkan tindakan yang bijak dan selalu mematuhi  norma.


B.Tingkatan Filsafat
Tingkatan pemahaman dalam ilmu filsafat dapat dibagi atas beberapa tahapan, diantaranya sebagai berikut :
1.  Tingkatan emosional atau tidak kritis
Pengetahuan didasarkan atas keuntungan dan kerugian berdasarkan pengalaman dan perasaan individu masing-masing. Tingkatan ini tidak didasari atas pembuktian dari berbagai teori, namun berdasarkan emosi atau pengalaman sendiri. Biasanya pemahaman ini sulit dirubah  karena bersifat dogmatis sehingga sulit menerima teori yang baru.
2.  Tingkatan faktual atau informasional
Pengetahuan didasarkan pada bukti-bukti atau informasi statistik yang mendukung gagasan. Tingkatan ini lebih tinggi pemahamannya dibandingkan dengan tingkatan yang pertama, karena pemahaman pada tingkatan ini suatu teori akan dipercaya apa bila telah dibuktikan dan didukung oleh landasan teoritis serta dapat dibuktikan secara statistika.tingkatan ini tidak percara dengan begitu saja kalau tidak
3.  Tingkatan eksplanatori atau teoritikal
Pengetahuan dihasilkan sebagai kombinasi antara data factual dan data teoritikal, sehingga bersifat dinamik
dan aplikatif. Tingkatan ini diiringi dengan sebuah proses yang disebut dengan menganalisis teori yang didapat, sehingga mendapatkan keyakinan yang cukup untuk dipertanggungjawabkan.

4.  Tingkatan filosofis
Pemahaman ini sudah tidak ada lagi keraguan-raguan dalam melaksanakannya. Tingkatan ini sudah didukung oleh berbagai pengetahuan yang berdasarkan argumentasi yang kuat. Pengetahuan ini diperoleh dari argumentasi yang diperolehnya bersifat universal dan permanen.   (Adang Suherman, 2000)
C.           Cabang Ilmu Filsafat
Ilmu filsafat memiliki cabang-cabang keilmuannya antara lain:
1.  Metaphisika
Metaphisika berasal dari dua kata yaitu meta dan phisica. Meta berarti sudah atau seberang, sedangkan phisica adalah phisik, atau alam. Metaphisika dapat diartikan bahwa suatu ilmu yang mengkaji tentang hakekat jiwa manusia dan hubungannya dengan dunia eksternal.
2.  Epithomologi
Epithomologi berasal dari kata epidheme yang diartikan sebagai pengetahuan dan logos yang berarti wacana ilmiah atau ilmu. Dengan demikian epithomologi dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang teori, metode dan landasan pengetahuan khususnya mempermasalahkan kesadaran dan kemungkinan manusia memperoleh pengetahuan yang paling hakiki.
3.  Axiologi
Axsiologi berasal dari kata axis dan logo. Axis  yang berarti poros dan logo memiliki arti ilmu, jadi axiolosi mengandung arti ilmu yang membahas tentang esensi landasan dari moral dan nilai
4.  Logika
Logica mengandung arti kuat dan logos adalah nalar sehingga logika ini mengandung pengertian ilmu yang membahas tentang penalaran.

D.           Aliran Filsafat

1.  Aliran Idealisme
Aliran ini lahir + 2000 SM yaitu pada masa Yunani Purba. Plato,Hegel dan Kant merupakan tokoh pada aliran ini. Aliran idealisme ini memiliki paham bahwa manusia merupakan dua bagian yang dapat dipisahan. Dua bagian tersebut adalah rohani dan jasmani. Kedua bagian tersebut memiliki peranan yang berbeda, akan tetapi menurut aliran ini bagian rohani atau sering disebut sebagai pikiran merupakan
bagian  yang terpenting dalam kehidupan. Oleh karena itu memandang rohani merupakan hal yang terpenting dibandingkan dengan jasmani. Rohani merupakan pusat pikiran yang dapat menggerakan seluruh anggota badan. Tangan akan bergerak atas perintah pikiran, kaki akan melangkah apabila diperintahkan, oleh karenanya pikiranlah pusat perilaku manusia. Jasmani berfungsi sebagai alat atau wahana dari sebuah hasil karya dari pikiran. Sehingga pikiran manusia dapat terbaca dari gerak-gerik setiap manusia atau sikap setiap manusia.
Focus dari aliran ini adalah sebagai berikut:
a.   Pikiran merupakan inti dari keberadaan seseorang
b.  Manusia jauh lebih penting dari pada alam
c.   Penalaran dan intitusi membantu individu menemukan kebenaran
Aliran idealisme ini memiliki pandangan terhadap pendidikan jasmani sebagai berikut:
a.   Pendidikan jasmani merupakan sebuah pendidikan yang bersifat fisik. Namun meskipun demikian pendidikan jasmani itu bukan hanya sekedar fisik saja akan tetapi pikiran pun termasuk didalamnya. Meskipun pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang berfokus pada fisik namun pada dasarnya harus berkontribusi terhadap perkembangan rohani. Pendidikan jasmani harus memberikan sumbangan bagi perkembangan intelek seseorang.
b.  Aktivitas kesegaran jasmani memberikan kontribusi terhadap perkembangan kepribadiann seseorang. Seorang guru pendidikan jasmani harus mampu memberikan aktivitas fisik yang erat kaitannya dengan aspek kehidupan. Dengan demikian secara tidak langsung bahwa pendidikan jasmani dapat memberikan corak dalam kepribadian seseorang dalam kehidupannya.
c.   Gagasan atau ide dapat tumbuh dan berkembang melalui aktivitas jasmani. Idealisme berkeyakinan bahwa aktivitas yang diberikan harus dapat membantu siswa mengembangkan sifat jujur, berani, kreatif dan sportifitas.
d.  Pendidikan adalah untuk   kehidupan. Guru pendidikan jasmani yang idealistic yakin bahwa mengembangkan keterampilan jasmani sama pentingnya dengan memiliki pengetahuan tentang olahraga dan kemampuan menganalisa masalah sama pentingnya dengan mengetahui peraturan permainan.
2.  Aliran Realisme
Aliran ini lahir sekitar +2000 tahun SM atau pada masa Yunani Purba. Tokohnya adalah Aristoteles. Realisme berasal dari kata real yang artinya nyata. Aliran ini  memandang bahwa sesuatu itu adalah nyata karena
realisme itu bersifat material, kongkrit, fana dan relative atau nisbih (Supandi:2003)
Manusia berupa fisikal, sehingga beranggapan bahwa  rohani sebagai projeksi dari jasmani.
Fokus dari aliran ini adalah sebagai berikut :
a.   Aspek fisik merupakan nyata. Realis menerima alam fisik sebagaimana adanya. Alam tidak dibuat oleh pikiran manusia namu alam itu terbuat dari zat. Alam tidak tergantung pada pikiran manusia.(Arma,1994)
b.  Kebenaran ditentukan oleh metode ilmiah. realis berkeyakinan bahwa ilmu dan filsafat adalah alat untuk
mencapai kebenaran yang paling baik oleh karena itu sesuatu yang terjadi di alam semesta ini
belum tentu kebenarnnya bila belum dibuktukan melalui kajian ilmiah.
c.   Pikiran dan tubuh mempunyai hubungan erat dan harmonis. Aliran ini beranggapan bahwa sebenarnya pikiran dan tubuh merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan. Kedua aspek ini tumbuh dan berkembang serasi.
d.  Semua kejadian di dunia ini adalah hasil dari hukum alam. Semua peristiwa yang menyangkut di bumi
ini merupakan akibat dari hokum alam. Realis berkata bahwa lingkungan adalah satu akibat dan sebab dan bahwa kebaikan, moralitas dan keindahan sesuai dengan hukumalam.
Menurut tokoh aliran idealisme ini, pendidikan jasmani adalah upaya pengembangan aspek-aspek jasmani melalui aktivitas fisik  atau gerak. Tujuan pendidikan jasmani adalah unutk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani manusia agar mampu hidup secara alamiah.
Pandangan aliran realisme  terhadap pendidikan jasmani sebagai berikut :
a.   Pendidikan jasmani ditujukan untuk kehidupan
b.  Kesegaran jasmani merupakan hasil dari produktivitas
c.   Program pendidikan jasmani didasarkan pada pengetahuan ilmiah
d.  Pengulangan memegang peranan penting dalam proses belajar
e.   Pendalam ilmu keolahragaan dapat menyebabkan kehidupan social yang lebih baik
f.    Bermain dan rekreasi membantu kemampuan beradaptasi
3.  Aliran Pragmatisme
Pragmatisme ini berkembang sekitar tahun 2000 SM, pada masa Yunani Purba dan tokohnya adalah Heraklitus. Aliran ini menganut paham bahwa pengalaman merupakan kunci keberhasilan dalam kehidupan manusia.karena aliran ini menganggap bahwa manusia itu merupakan mahluk social\mahluk masyarakat. Hal ini mengandung arti bahwa manusia sebagai unsure social yang harus menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Pengalaman mengandung sifat sesuatu yang dialami dan dinamik, sehingga menganggap bahwa:
a.   Pengalaman merupakan penyebab terjadinya perubahan
b.  Individu merupakan bagian integral dari masyarakat luas
Menurut Heraklitus pendidikan jasmani dapat diartikan sebagai  upaya mengembangkan aspek-aspek social manusia melalui kegiatan jasmani/aktivitas fisik.
Pendidikan jasmani itu bertujuan untuk mengembangkan manusia yang mampu hidup produktif di masyarakat.
Pandangan aliran  pragmatisme ini terhadap pendidikan jasmani adalah sebagai berikut:
a.   Pengalaman akan lebih bermakna manakala siswa memperoleh aktivitas secara bervariasi
b.  Aktivitas jasmani bertujuan untuk meningkatkan kemampuan social siswa
c.   Program pendidikan jasmani ditentukan oleh kebutuhan dan minat siswa
d.  Guru sebagai motivator
4.  Aliran Naturalisme
Penganut paham naturalisme adalah bahwa sesuatu itu akan memiliki nilai atau bernilai apabila terlihat secara fisik. Aliran ini disebut juga sebagai aliran materialisme.
Konsep inti dari aliran ini adalah:
a.   Segala sesuatu akan diakui keberadaannya apabila nampak secara fisik.
b.  Lingkungan fisik merupakan sumber nilai
c.   Individu lebih bernilai dari pada social
Paham naturalisme memandang bahwa pendidikan jasmani adalah:
a.   Aktivitas fisik lebih sekedar bersifat fisik
b.  Hasil belajar yang diperoleh melalui aktivitas dirinya
c.   Bermain merupakan bagian penting dari proses pendidikan
d.  Prestasi bertanding yang tinggi diantara individu tidak dikondisikan (Adang ,2000)
5.  Aliran Existensialisme
Keberadaan individu secara utuh merupakan hal yang utama menurut paham ini. Oleh karenannya pertumbuhan dan perkembangan manusia secara menyeluruh adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Dengan pandangan seperti itu maka orang sering mengatakan bahwa aliran ini adalah aliran filsafat modern.
Inti dari aliran ini adalah :
a.   Keber adaan manusia betul-betul ada dan nyata
b.  Setiap individu menentukan dirinya sendiri
c.   Individu lebih penting keberadaannya dibandingkan dengan masyarakat
Adapun pandangan aliran ini terhadap pendidikan jasmani adalah:
a.   Kebebasan untuk memilih
b.  Banyak variasi dalam beraktivitas
c.   Permainan merupakan produk dari perkembangan kreativitas
d.  Proses untuk mengetahui dirinya sendiri melalui aktivitas gerak
e.   Guru adalah seorang konsultan




































BAB II
PENDIDIKAN JASMANI

A.           Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan sebuah proses latihan yang bertujuan untuk memungkinkan seseorang mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang lebih bermakna bagi diri sipelaku. John Dewey mengartikan bahwa pendidikan itu merupakan penataan ulang atau rekontruksi aneka pengalaman dan peristiwa yang dialami dalam kehidupan individu sehingga segala sesuatu yang baru menjadi lebih terarah.
Raka Joni (1981:14) menjelaskan tentang pendidikan adalah sebagai berikut :
1.   Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik
2.   Pendidikan merupakan upaya penyiapan peserta didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat
3.   Pendidikan  meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat
4.   Pendidikan berlangsung seumur hidup
5.   Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya
Pendidikan menurut Morse (1964) mengatakan bahwa pendidikan dapat dibedakan kedalam dua pengertian yaitu pendidikan liberal (liberal Education) dan pendidikan umum (general education).
Pendidikan liberal mengandung arti bahwa pendidikan ini yang menjadikan tujuan utamanya adalah materi. Sedangkan pendidikan general adalah pendidikan yang menjadi tujuannya adalah bukan penguasaan materi, namun materi dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan.

B.            Konsep Dasar Pendidikan Jasmani
Setelah kita memahami pengertian tentang pendidikan, selanjutnya kita akan membahas tentang pendidikan jasmani. Perkembangan pendidikan jasmani dari masa ke masa mengalami perubahan baik itu dilihat dari iatilah maupun tujuan yang ingin dicapainya. Dari mulai olahraga, pendidikan olahraga, olaharaga dan kesehatan, sampai sekarang yang dikenal dengan pendidikan jasmani.
Semua istilah tersebut mengandung arti yang berbeda, apalagi kalau dilihat dari tujuan yang ingin dicapainya. Namun sebelum kita memahami konsep tentang pendidikan jasmani, tidak salahnya kalau kita  kemabali terlebih dahulu kepada pengertian pendidikan. Menurut Morse  bahwa pendidikan itu
dapat dibedakan kedalam dua jenis, yaitu pendidikan yang bersifat general dan pendidikan yang bersifat liberal. Pemahaman selanjutnya adalah apakah pendidikan jasmani termasuk pada liberal atau general.
Bila kita telah paham bahwa pendidikan jasmani itu termasuk pendidikan general maka kita tidak akan sulit jika pertanyaan itu terlontar. Pendidikan jasmani termasuk pendidikan general yang artinya bahwa pendidikan jasmani itu adalah pendidikan yang melalui aktivitas fisik untuk mencapai kebugaran jasmani. Sehingga jelaslah bahwa aktivitas itu hanya sebagai alat untuk
mencapai tujuan yaitu derajat kebugaran. Arma  (1994:3) menjelaskan bahwa pendidikan jasmani adalah untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan. Singer (1976:9) menerangkan bahwa pendidikan jasmani sebagai pendidikan dari jasmani yang berbentuk satu system atau program aktivitas jasmani yang intensif melibatkan otot-otot besar yang dirancang untuk merangsang organ-organ tubuh agar menfaat kesehatan  sebagai akibat dari aktivitas itu dapat diperoleh pelakunya.
Perkembangan pendidikan jasmani di Indonesia dapat di kelompokan ke dalam dua tahapan yaitu pandangan tradisional dan pandangan modern. Pandangan ini terjadi akibat adanya
pemahamanan tentang manusia itu terdiri dari dua kompenen. Yaitu fisik dan rohani. Paham pertama bahwa fisik itu terpisah dengan rohani. Paham ke dua bahwa fisik dan rohani itu satu, tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan ke dua paham tersebut maka mempengaruhi terhadap pengertian pendidikan jasmani. Yang menganggap bahwa fisik itu terpisah melahirkan paham bahwa pendidikan jasmani itu semata-mata mendidik jasmani atau sebagai pelengkap, penyeimbang, atau penyelaras pendidikan rohani. (Adang dkk,2001)
Pandangan tradisional ini pernah berkembang dimana dapat terlihat dari materi yang diberikan pada anak didiknya adalah pendidikan jasmani hanya sebagai pengobatan saja. Artinya dominant untuk kekuatan fisik, dan proses penyembuhan badan.
Sedangkan paham modern, didasari pada bahwa antara fisik dan rohani merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Sehingga
pandangannya terhadap pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas jasmani untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan secara menyeluruh dari setiap individu manusia. pangrazi dan Dauer(1992) menjelaskan bahwa pendidikan jasmani meerupakan bagian dari program pendidikan umum yang memberikan kontribusi, terutama
melalui pengalaman gerak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.
Berdasarkan paparan tersebut dapat kita simpulkan bahwa, pendidikan jasmani itu adalah sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, melalui aktivitas jasmani yang dikelola secara sistematik untuk menuju manusia Indonesia seutuhnya.

C.            Tujuan Pendidikan Jasmani
Berdasakan pengertian pendidikan jasmani yang dipaparkan diatas maka dapat kita rumuskan bahwa tujuan pendidikan jasmani itu meliputi:
1.  Pertumbuhan Fisik
Tujuan pendidikan jasmani harus dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, atau mempertahankannya. Aktvitas fisik yang dipelajari dalam pendidikan jasmani harus mampu meningkatkan semua komponen kondisi fisik, seperti; kekuatan, kelentukan daya tahan, kecepatan dan juga stamina.
2.  Pertumbuhan Gerak
Pertumbuhan gerak ini menyangkut kepada pengefektivitasan dan efisiensi gerak. Anak didik kelak
dapat mengerakkan anggota tubuh dengan tenaga yang sedikit tetapi menghasilkan yang maksimal.
3.  Perkembangan Mental
Hasil yang didapat dari proses pendidikan jasmani diharapkan selain asfek fisik yang bina namun asfek mental pun diharapkan berkembang. Tidak secara langsung anak didik belajar permainan bola voli namun sebenarnya tujuannya bukan hanya untuk mampu bermain bola voli dengan baik dan benar, namun sebenarnya dia belajar bagaimana menghargai kawan, lawan mentaati peraturan yang  akhirnya diharapkan dalam kehidupan sehari-hari tertanam mental bahwa kita harus mematuhi peraturan yang berlaku dan disiplin.
4.  Perkembangan Sosial
Manusia adalah mahluk sosial, oleh karena itu pendidikan mengarahkan agar anak didiknya selalu sadar bahwa kita harus saling menghargai, dan kita selalu membutuhkan mereka. Dalam permaian olahraga hal itu selalu ditanamkan, seperti dalam permaian beregu.

D.           Peranan Filsafat Pendidikan Jasmani
Filsafat pendidikan jasmani dan olahraga dapat membantu terhadap macam-macam fungsi sebagai berikut :
1.  Menghubungkan kata pendidikan dan olahraga
2.  Mampu menghasilkan perbaikan keahlian (professional)
3.  Merupakan hal yang penting bagi pendidikan keahlian
4.  Akan membimbing ke arah keahlian
5.  Memberi tuntunan bagi pencaharian (provesi) dan program individual.
6.  Membuat masyarakat menyadari bahwa penbdidikan jasmani dan olahraga memberi kontribusi terhadap nilai-nilai.
7.  dapat membantu semua anggota profesi saling mengadakan pendekatan.
8.  Dapat menjelaskan hubungan antara pendidikan jasmani dan olahraga dengan pendidikan umum.
9.  Penting bagi para guru dan pakar pendidikan jasmani.

E.            Hubungan Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Pendidikan jasmani adalah pendidikan yang menekankan pada pendidikan yang melalui aktivitas jasmani, sehingga tujuannya bukan penguasaan dari materi yang diajarkan. Sedangkan  pendidikan olahraga adalah pendidikan yang bertujuan untuk menguasai olahraga. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan olahraga itu termasuk jenis pendidikan yang besifat pendidikan liberal (liberal education). Bila kita mengkaji hubungan dari kedua pendidikan tersebut adalah bahwa kalau dilihat hasil dari proses tersebut pendidikan jasmani merupakan langkah awal dari pendidikan olahraga. Pendidikan
olahraga dapat mengambil manfaatnya dari pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani memiliki prinsip multilateral sedangkan pendidikan olahraga spesialis sehingga anak dibiarkan untuk memiliki kemampuan gerak yang seluas-luasnya selanjutnya pendidikan olahraga bermanfaat untuk mengarahkan agar mampu berprestasi.
Berikut ini perbedaan antara pendidikan jasmani dan olahraga.

Program Penjas
Program Olahraga
Eksplorasi gerak
Permainan
Pengalaman pola gerak
Peng. Keteram. Motorik
Penguasaan ket. Motorik dasar
Peng.Keteram.Olahraga
Penguasaan keterampilan  dasar
Peng. Keteram. Cabor spesialisasi

Bagan 1
Bagan Perbandingan Program Penjas dan Olahraga
Sumber Rusli Lutan 2001

Berdasarkan bagan tersebut dapat disimpulkan bahwa program-program pendidikan jasmani harus memberikan seluas-luasnya kepada pemberian gerak bagi si anak didik, karena dengan demikian si anak didik akan mendapatkan pengalaman gerak dasar sehingga kelak dapat ditindak lanjuti kepada gerak yang lebih komplek.
Bila diibaratkan sebagai arsitektur bangunan, program pendidikan jasmani hanya sebagai pembuatan pola. Mau dibuat apa pola tersebut tergantung pembangunan selanjutnya. Penidikan jasmani adalah pola dalam rangka pembentukan dasar keterampilan motorik yang kelak oleh program olahraga
diarahkan dan dibina agar motorik dasar yang telah dimiliki oleh anak didik dapat dilanjutkan menjadi penguasaan keterampilan olahraga yang artinya spesialisasi kecabangan.
Bila dilihat dari prosesnya maka dapat dibedakan seperti berikut ini.

Pendidikan Jasmani
Olahraga
Proses
Prodak/prestasi
Pengalaman gerak
Teknik gerak
Demokratis
Otoriter
Dua arah
Satu arah
Prestasi relative
Prestasi absolute
Bermain
Drill
Modivikasi
Standar
Orientasinya kebugaran
Prestasi
Metode keseluruhan
Bagian dan keseluruhan
pemerataan
Selektif
Multilateral
Spesialisasi

Bagan 2
Bagan Perbedaan Penjas dan Program Olahraga
       Pendidikan jasmani adalah sebagai proses sedangkan olahraga adalah sebagai prodak. Artinya bahwa pendidikan jasmani tidak mementingkan hasil atau penguasaan materi namun materi sebagai proses untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani, sedangkan olahraga dituntut agar menguasai materi agar kelak dapat menjadi terampil, sehingga prestasi akan didapat.
Pendidikan jasmani sebenarnya tidak menuntut sarana prasarana yang standar, akan tetapi olahraga dituntut sarana dan prasarana yang standar, tidak boleh modivikasi karena akan mempengaruhi kepada pertandingan yang sesungguhnya.
Sifat dari pesertanya bila pendidikan jasmani harus mampu menarik motivasi siswa ketika mendapatkan kesulitan, tidak ada motivasi dan pendiam. Guru penjas harus memiliki berbagai model atau metode agar anak didik yang demikian mau mengikuti proses pembelajaran. Sedangkan dalam olahraga biasanya orang yang demikian dapat ditinggalkan karena berorientasi pada pencapain prestasi sehingga yang tidak memiliki kemampuan yang dituntut oleh cabang olahraganya dapat ditinggalkan.

F.Indikator Keberhasilan Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani akan berbeda dengan pendidikan olahraga. Dimana pendidikan jasmani lebih luas sasarannya dibandingkan dengan pendidikan olahraga. Namun meskipun demikian pendidikan olahraga dapat mengambil hasilnya dari proses pendidikan jasmani.
Tujuan utama pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan derajat sehat dan juga untuk membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Oleh karena itu pendidikan jasmani harus mencakup pada aspek sehat jasmaniah dan sehat rohaniah. Adapun indikatornya adalah sebagai berikut :




DAFTAR PUSTAKA




Dr. Rahmat Mulyana,(2004), “Mengartikulasikan Pendidikan Nilai”, Dep Pen Nasional, Alfa Beta, Bandung.

Abdulah ,Arma. Prof dkk..,(1994), “Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani”, Dirjen Pendidikan Tinggi, Jakarta

Lutan Rusli, Prof. (1999), “Krisis Global Pendidikan Jasmani”, Lokakarya UPI Bandung.

Lutan Rusli, Prof, (1994) “Pendidikan Jasmani di Australia dan Kemungkinan Pelaksanaan di Indonesia”, Seminar UPI Bandung.

Prof.H.Imam Hidayat,Drs,M.Pd,(2002), “Pembinaan Pendidikan Jasmani Masalah dan Tantangan dalam Era Otonomi Daerah”, Seminar Sehari, PJKR Unigal Ciamis.

Prof. Supandi, (2002),”Filsafat Olahraga”, UPI Bandung

Suherman Adang,Drs, (2000), “Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani dan Keehatan”, Departemen Pendidikan Jasmani, Jakarta.

Suherman Adang,Drs, (2001), “Menuju Perkembangan Menyeluruh”, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.



CATATAN






Diktat ini khusus dipergunakan bagi lingkungan
Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
FKIP Universitas Galuh Ciamis






Disusun Oleh : Nana Sutisna, S.Pd




Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
FKIP Universitas Galuh Ciamis
2008


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. OLAHRAGA - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya