Karya Ilmiah Sepak Bola - OLAHRAGA
Headlines News :

Karya Ilmiah Sepak Bola

KARYA ILMIAH

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT KAKI DAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING KE GAWANG PADA SISWA EKSTRAKULIKULER  SEPAKBOLA SMP PGRI 23 BANTARSARI

Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat
 UAS Bahasa Indonesia
Dosen Pengampul: Andri Noviadi S.Pd




disusun oleh:
Nama    : Wawan Setiawan
Nim      :  2124100248
Kelas    :  2i





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2012




A.    Latar Belakang Masalah
Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari penduduk di seluruh dunia. Hal tersebut telah sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam dunia sepakbola bahwa, permainan sekarang tambah maju dan sepakbola adalah olahraga yang mendapat pengikut dan simpatisan paling banyak di dunia. Artinya permainan ini dikenal dan dimainkan hampir diseluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja maupun orang tua bahkan wanitapun menggemari dan memainkannya.
Sekarang telah timbul kelompok-kelompok atau klub-klub sepakbola di masyarakat walau sebagai wahana rekreasi atau untuk mencapai prestasi, sehingga boleh dikatakan sepakbola merupakan olahraga yang sangat popular dikolong langit. Perkembangan sepakbola saat ini sudah berkembang dengan pesat sekali dan menjadi ajang bisnis artinya bahwa sepakbola itu telah dikelola secara profesional masalah manajemen, kepelatihan, pencairan pemain yang berprestasi tinggi, sarana dan prasarana latihan dan pertandingan, sehingga untuk menjadi pengurus atau menjadi pemain adalah mereka yang sungguh-sungguh mempunyai pengalaman dan pengetahuan sesuai dengan keahliannya dan bersifat profesional. Seorang pemain sepakbola ingin menjadi pemain  berprestasi, menurut Sukatamsi (2004:11) maka pemain tersebut haruslah mempunyai empat kelengkapan pokok yaitu :
1.      Pembinaan teknik (ketrampilan)
2.      Pembinaan fisik (kesegaran jasmani)
3.      Pembinaan mental (mental, daya ingatan dan kesadaran)
4.      Kematangan juara
Keempat kelengkapan pokok tersebut hanya dapat tercapai dengan jalan latihan yang serius, mengikuti pertandingan-pertandingan yang berkualitas direncanakan dan dilakukan secara rutin. Walaupun demikian dari kelengkapan pokok tersebut yang paling fundamental sekali sebagai dasar bermain sepakbola adalah menguasai teknik dasar dan ketrampilan bermain (Sukatamsi ;2004 : 11) yang terlebih dahulu untuk dibina di samping pembinaan kelengkapan pokok lainnya.
Pemain sepakbola adalah cabang olahraga permainan beregu atau tim yang terdiri dari sebelas orang, sehingga kesebelasan yang baik, kuat, tangguh adalah kesebelasan yang terdiri dari pemain-pemain yang mampu menyelenggarakan dengan baik untuk kerja sama, penguasaan teknik dasar sepak bola dan kemahiran mengolah bola di lapangan permainan. Guna mencapai kerjasama tim yang baik maka diperlukan penguasaan semua bagian-bagian dan macam-macam teknik dasar dan ketrampilan bermain sepakbola, sehingga dapat memainkan bola dari segala posisi dalam situasi cepat, tepat dan cermat yang berarti tidak membuang-buang waktu dan energi.


Teknik dasar bermain sepakbola adalah semua gerak-gerakan tanpa bola dan  gerakan-gerakan dengan bola yang diperlukan bermain sepakbola (Sukatamsi ; 2004: 33) Teknik dasar bermain sepakbola terlepas sama sekali dengan permainannya. Pada dasarnya teknik dasar bermain sepakbola terdiri atas :
1.         Teknik tanpa bola misalnya lari cepat sambil mengubah arah, melompat atau meloncat, gerak tipu dengan menggunakan badan.
2.         Teknik dengan bola misalnya mengolah bola, menembak bola,   menggiring bola, menghentikan bola, gerak tipu dengan menggunakan bola, merebut bola dari lawan, teknik penjaga gawang.
Teknik tanpa bola dan dengan bola adalah teknik dasar bermain sepakbola yang harus dikuasai oleh setiap pemain sepakbola. Caranya dengan melakukan latihan terus menerus dengan frekuensi intensitas dan lamanya latihan teratur dan  terarah dan di bawah pengawasan seorang pelatih sepakbola. Penguasaan teknik dasar oleh setiap pemain adalah sangat penting, dan dengan dikuasainya teknik dasar bermain sepakbola tersebut merupakan syarat utama apakah pemain tersebut mempunyai ketrampilan untuk mengaktulisasikan segala kemampuan teknik dasar bermain bola, karena permainan sepakbola adalah permainan yang dinamis yaitu permainan dimana semua pemain yang berada dalam lapangan permainan selalu dituntut untuk selalu bergerak seperti berjalan, berlari lambat atau cepat, lari mundur, ke samping kiri atau kanan, melompat atau meloncat, sliding dan lain-lainnya adalah merupakan gerakan-gerakan yang selalu ada di dalam permainan sepakbola. Dari kedinamisan permainan sepakbola diharuskan dan wajib menguasai semua teknik dasar dan ketrampilan bermain sepakbola.
Seperti diketahui bahwa permainan sepakbola adalah olahraga yang dapat menggunakan seluruh anggota badan terkecuali memainkan bola dengan anggota tangan. Kaki adalah yang paling banyak digunakan untuk mengolah bola. Menurut Djawad (1981) untuk menjadi pemain sepakbola yang baik harus belajar menembak bola antara lain adalah untuk memberikan umpan kepada teman, disamping itu juga untuk membuat gol ke gawang lawan. Untuk mencapai tujuan tersebut oleh Sukatamsi (2004:44) mengatakan pada saat latihan hendaknya ditanamkan pada diri pemain untuk melakukan teknik menembak bola yang baik, cepat, cermat dan tepat pada sasaran maupun untuk membuat gol ke gawang lawan.  
Salah satu tujuan dari menembak bola adalah membuat gol ke gawang   lawan. Richard Widows (2002 ; 26 ) mengatakan bahwa : pada pertandingan-pertandingan sepakbola dimenangkan dengan mencetak gol lebih dari 70 persen gol-gol tersebut berasal dari tembakan.
Tembakan ke gawang atau shooting ke gawang yang dimaksud disini  adalah tembakan dengan menggunakan kaki kanan atau kaki kiri dari jarah jauh (diluar daerah penalti) ataukah di dalam daerah penalti. Meskipun tembakan jitu itu penting namun pada kenyataannya porsi latihan menembak ke gawang sering diabaikan, sehingga sering terjadi pemain gagal menembak bola ke gawang lawan pada saat mendapat kesempatan yang baik disebabkan oleh berbagai kendala antara lain timing tidak tepat, bola jalannya lemah, posisi  badan tidak tepat untuk melakukan tendangan. Kaitannya sungguh jelas yaitu menembak bola itu di samping merupakan kepercayaan diri juga merupakan kecakapan (Richard Widows ; 2002 : 26). Oleh karena itu di setiap latihan menembak bola ke gawang kedua masalah tersebut perlu untuk digabungkan dengan syarat aturan, teknik dasar menembak bola harus dipatuhi.
Tendangan bola ke gawang mempunyai beberapa syarat yang harus dipenuhi di samping persyaratan lainnya yaitu kekuatan. Syarat tembakan itu antara lain adalah kuatan untuk ke bawah melepaskan tembakan diperlukan tembakan keras (power shooting). Tembakan keras (power shooting) yang dimaksud disini adalah kekuatan yang dihasilkan oleh kontraksi otot kaki dalam waktu yang singkat, atau power shooting adalah hasil dari perkalian kontraksi otot dengan kecepatan (Bompa ; 2003 : 221).
Dapat disimpulkan bahwa pemain yang mempunyai tembakan bola ke sasaran. Secara teoritis telah dikatakan bahwa untuk menembak bola ke gawang dibutuhkan tendangan yang keras (kuat dan cepat) dan tepat.
Peran serta dari kekuatan otot sangat menentukan, karena kekuatan otot tungkai yang berfungsi untuk mengayunkan kaki tendang ke arah belakang ke depan dilakukan dengan cepat dan dalam waktu yang relative singkat. Guna mendapatkan tendangan yang cepat dan keras dibutuhkan factor kondisi fisik yaitu kekuatan dan eksplosif power (daya ledak) yang terdapat pada tungkai kaki. Menurut O’Shea (1999 : 5) mengatakan bahwa komponen fisik yang memegang peranan penting dalam peningkatan prestasi adalah kekuatan. Hal ini disebabkan bahwa kekuatan merupakan faktor yang penting dan diperlukan pada waktu melakukan gerakan dalam olahraga. Oleh karena itu salah satu prinsip yang paling utama dalam latihan adalah membangun dan meningkatkan kekuatan otot.
Daya ledak atau eksplosive power sangat dibutuhkan saat pemain sepakbola melakukan tendangan karena daya ledak adalah suatu kemampuan otot atau sekelompok otot mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya (Sayoto, 1998 : 170).
Unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu yang singkat ini tercermin dalam waktu aktivitas menembak bola yang bersifat exsplosive. Pengalaman dilapangan pada saat latihan atau pertandingan karena ketatnya pihak pertahanan, maka para pelatih sepakbola saat berlangsung latihan dilatih menembak bola ke gawang bola dalam keadaan diam atau bergerak, sehingga dibutuhkan kordinasi gerak otot dengan komponen fisik yaitu kekuatan dan daya ledak otot tungkai. Oleh karena itu untuk menghasilkan hasil yang maksimal maka dibutuhkan latihan
Keberhasilan seseorang dalam mencapai suatu prestasi tergantung dari berbagai macam faktor. Faktor tersebut antara lain adalah teknik, fisik, taktik, dan mental. Dalam kaitan ini setiap komponen yang menunjang keberhasilan pencapaian suatu kemenangan harus dilatih dan ditingkatkan kemampuannya.   Di dalam setiap peningkatan kemampuan teknik, taktik, dan mental harus didahului oleh peningkatan kemampuan faktor fisik yang merupakan penentu keberhasilan peningkatan komponen teknik, taktik, dan mental. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Harsono (1988: 153) yang mengemukakan bahwa : “Sukses dalam olahraga sering menuntut keterampilan yang sempurna dalam situasi stress fisik yang tinggi, maka semakin jelas bahwa kondisi fisik memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi atlet.”
Kondisi fisik haruslah dilatih dengan porsi yang lebih banyak pada waktu awal-awal latihan. Harsono (1988: 154) mengemukakan bahwa :

“… banyak tekanan harus diberikan pada perkembangan tubuh secara keseluruhan yang secara teratur harus ditambah intensitasnya. Dalam pre-season, yaitu musim latihan jauh sebelum pertandingan, berbagai komponen kondisi fisik harus dilatih agar pada waktu atlet memasuki musim-musim latihan berikutnya yaitu early dan midseason, dia sudah mencapai kondisi fisik yang baik.


Hal ini disebabkan karena latihan fisik merupakan dasar bagi latihan teknik, taktik, dan mental. Latihan teknik apabila tidak didukung oleh kondisi fisik yang baik akan menimbulkan penguasaan teknik yang tidak sempurna, karena dengan kondisi fisik yang jelek seseorang yang mempelajari suatu teknik dalam jangka waktu yang lama akan cepat merasakan kelelahan, sehingga teknik yang dilatih tidak dikuasai dengan sempurna.
Keuntungan memiliki kondisi fisik yang baik seperti dikemukakan oleh Harsono (1988: 153) adalah:

1.      Akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung
2.      Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik
3.      Akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada awaktu latihan
4.      Akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

Dengan melihat keuntungan apabila seseorang memiliki kondisi fisik yang baik, maka latihan kondisi fisik diberikan dengan sungguh-sungguh pada awal-awal latihan.
Kondisi fisik terdiri dari bermacam-macam komponen, antara lain adalah daya tahan, kecepatan, kekuatan, kelentukan, power, stamina, dan agilitas. Semua jenis kondisi fisik tersebut dapat ditingkatkan dengan berbagai macam bentuk latihan. Demikian pula dengan komponen kondisi fisik power. Power tungkai sangat penting untuk dilatih karena tungkai merupakan bagian tubuh yang amat penting yang berperan besar dalam menopang tubuh manusia. Juga dalam setiap cabang olahraga tungkai memiliki peranan penting dalam mencapai prestasi yang optimal. Peningkatan kemampuan komponen kondisi fisik semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan dan peningkatan usia seseorang. Komponen kondisi fisik ini dapat ditingkatkan dengan berbagai macam bentuk latihan antara lain adalah weight training dan plyometric, hal tersebut dikuatkan dengan kutipan berikut; Menurut Ozolin dalam buku Harsono (1988: 110) bahwa: “… latihan untuk mengembangkan otot-otot tungkai dan daya tolaknya (jumping power-nya) melalui weight training, dan latihan-latihan untuk kelentukan anggota tubuh melalui latihan-latihan fleksibilitas.” Dengan kata lain kutipan tersebut mengemukakan bahwa komponen kondisi fisik yang mengembangkan latihan power otot tungkai adalah dengan weight training. Selain weight training power juga dapat dikembangkan dengan bentuk latihan pliometrik.
Berdasarkan alasan pemilihan judul di atas maka dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan dan sumbangan kekuatan otot kaki dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan shooting bola ke gawang dan dirumuskan sebuah judul penelitian “Hubungan koordinasi otot kaki dan power tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang” dengan alasan sebagai berikut :
1.      Menembak bola adalah merupakan dasar dari bermain sepakbola yang paling dominan digunakan dalam sepakbola.
2.      Kekuatan otot kaki dan power tungkai merupakan salah satu faktor penunjang kemampuan menembak bola ke gawang.
3.      Perlu adanya penelitian secara ilmiah tentang kekuatan otot tungkai dan daya ledak untuk diselidiki karena hingga saat ini penulis belum pernah menemukan penelitian semacam ini.
 Berdasarkan uraian di atas maka penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan judul: “Hubungan Kekuatan Otot Kaki dan Power Otot Tungkai dengan Kemampuan Shooting Ke Gawang Pada Siswa Ekstrakulikuler Sepakbola SMP PGRI  23 Bantarsari “

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : “Seberapa besar hubungan kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang pada Siswa Ekstrakulikuler Sepakbola SMP PGRI 23 Bantarsari?”


C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan dari permasalahan di atas, maka tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengungkapkan hubungan kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang pada Siswa Ekstrakulikuler Sepakbola SMP PGRI 23 Bantarsari.
Sedangkan tujuan khusus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang pada Siswa Ekstrakulikuler Sepakbola SMP PGRI 23 Bantarsari.

D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat secara teoritis yakni mengembangkan khazanah keilmuan tentang didaktik dan metodik belajar dan mengajar sepakbola dan ilmu biomekanika olahraga, terutama dalam menggunakan latihan kekuatan otot kaki dan power tungkai untuk meningkatkan kemampuan shooting ke gawang.
Secara praktis hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman oleh pelatih dan guru olahraga atau penjaskes dalam rangka meningkatkan kemampuan shooting ke gawang pada permainan sepak bola. Penerapannya yaitu dengan cara latihan otot kaki dan otot tungkai.


E.     Pembatasan Masalah
Penelitian ini memberikan batasan guna menghindari terlalu luasnya masalah yang diungkapkan maupun dalam pengambila sampel. Adapun batasan-batasan yang penulis kemukakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.       Penelitian ini terbatas pada pengungkapan hubungan koordinasi kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang.
2.       Penelitian ini dilakukan pada siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepakbola di SMP PGRI 23 Bantarsari Kecamatan Bantarsari  Kabupaten Cilacap dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan total sampling sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel.
3.       Latihan yang diajarkan pada permainan sepakbola atau dilatihkan adalah latihan otot kaki dan power tungkai. Cara penentuan materi latihan yaitu dengan menerapkan metode bagian, yakni diawali dengan bagian-bagian gerakan yang sederhana kemudian dilanjutkan pada bagian yang lebih kompleks.
4.       Imam Hidayat, (2003: 283) mengemukakan bahwa “Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal  dalam waktu yang sangat cepat”. Sedangkan Harsono, (1988: 176) mengemukakan bahwa “power adalah hasil dari kekuatan dan kecepatan”.
5.       Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yang dilakukan selama 16 kali pertemuan, dengan seminggu tiga kali latihan dimulai pukul 15.00 WIB sampai selesai.
6.       Hasil tembakan yang diukur baik dengan tes awal maupun tes akhir, yaitu jumlah bola yang berhasil masuk pada ring basket
  
F.     Definisi Operasional
Beberapa istilah perlu dijelaskan dalam mengungkapkan permasalahan sehingga tidak timbul salah penafsiran dalam pengertiannya. Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut :
1.       Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang ditulis Poerwadarminto (1984 : 364), hubungan berarti : keadaan berhubungan atau dihubungkan sesuatu yang dipakai untuk berhubungan atau menghubungkan, pertalian sangkut paut, kontak. Penelitian ini menghubungkan antara variabel kekuatan otot tungkai dan daya ledak dengan kemampuan tendangan ke gawang.
2.       Kekuatan Otot Tungkai Menurut M Sayoto (1988 : 16) kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuan dalam menggunakan otot menerima beban sewaktu bekerja. Sedang otot menurut Pate (1993 : 222) mengatakan bahwa otot terdiri dari serabut-serabut otot yang berupa sel-sel panjang dan tipis. Poerwadarminto (1984 : 1107) tungkai berarti kaki atau seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan otot tungkai adalah otot-otot tersusun dan terdapat dari pangkal paha ke kaki jika otot tersebut berkontraksi akan menimbulkan kekuatan.
3.       Latihan (training), menurut Harsono (1988: 101) ialah “proses yang sistematis dari berlatih/bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari menambah jumlah beban latihan/pekerjaan”
4.       Kemampuan. Kata kemampuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1984 : 1326) berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kesanggupan atau kecakapan yang dimiliki untuk menembak bola.
5.       Menembak Bola. Kamus Bahasa Indonesia (1984: 2241) menembak berarti menendang bola secara keras dan datar ke arah gawang.



G.    Anggapan Dasar dan Hipotesis
1.      Anggapan Dasar
Anggapan Dasar merupakan titik tolak pemikiran peneliti terhadap penelitian yang akan dilakukannya. Surakhmad (2005: 107) menjelaskan sebagai berikut :

Anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik itu. Hal ini berarti setiap penyelidik dapat merumuskan postulat secara berbeda, seorang penyelidik mungkin saja meragu-ragukan sesuatu anggapan dasar yang oleh orang lain diterima sebagai suatu kebenaran. Dari sifat anggapan dasar itu selanjutnya diartikan pula bahwa penyelidik dapat merumuskan satu atau lebih hipotesa yang dianggapnya sesuai dengan penyelidikannya.

Kutipan tersebut menjelaskan bahwa anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran peneliti yang kebenarannya diterima oleh peneliti tersebut, sehingga dapat dirumuskan beberapa hipotesis yang sesuai dengan penyelidikannya. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis mengajukan anggapan dasar sebagai berikut :
Keterampilan teknik perlu dilatih agar gerakan yang sebenarnya dapat dilakukan dengan benar. Badriah (2002: 47) menjelaskan sebagai berikut :

Keterampilan teknik dalam konteks ini merupakan gambaran kemampuan atau keterampilan melakukan gerakan-gerakan suatu cabang olahraga dari mulai gerakan dasar sampai gerakan yang kompleks dan sulit, termasuk gerak tipu yang menjadi ciri cabang olahraga tersebut. Jadi keterampilan teknik merupakan hasil dari proses belajar dan berlatih gerak yang secara khusus ditujukan untuk dapat menampilkan mutu tinggi cabang olahraga tersebut.

Berdasarkan kutipan tersebut, jelas bahwa keterampilan teknik dapat dikuasai setelah melakukan proses belajar atau berlatih. Melatih kemampuan menembak dalam permainan sepakbola diperlukan alat bantu latihan. Model, bentuk, dan variasi alat bantu latihan dapat disusun dan dikemas sedemikian rupa oleh guru, salah satunya dengan melatih kekuatan otot kaki dan power tungkai.

2.      Hipotesis
Hipotesis menurut Arikunto (2004 : 62) adalah “sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.” Secara umum, hipotesis adalah jawaban sementara seorang peneliti terhadap penelitian yang dilakukannya dan dibuktikan kebenarannya setelah penelitian dilakukan.
Berdasarkan asumsi penelitian sebagaimana penulis uraikan di atas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :
“Terdapat hubungan kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang pada Siswa Ekstrakulikuler SMP Negeri 23 Bantarsari ”.


H.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Mengenai kegiatan eksperimen, Surakhmad (2005:148) menjelaskan sebagai berikut, “Dalam arti yang luas, bereskperimen ialah mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat sesuatu hasil”. Kegiatan eksperimen adalah suatu kegiatan percobaan untuk melihat suatu hasil sebagaimana yang dicobakannya. Jadi dengan digunakannya metode eksperimen dalam penelitian ini, berarti penulis mengadakan percobaan terhadap sekelompok subyek yang akan menerima perlakuan tertentu dalam waktu tertentu, kemudian setelah masa percobaan itu selesai selanjutnya dilihat hasil perlakuan tersebut.
Beberapa variabel dalam penelitian ini akan dilihat hubungan sebab akibatnya. Variabel ialah faktor-faktor yang menjadi obyek penelitian. Sehubungan dengan hal itu, Nazir (2004:74) menjelaskan sebagai berikut,

Eksperimen adalah observasi di bawah kondisi buatan (artificial condition), di mana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Dengan demikian, penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol.

Berdasarkan kutipan tersebut di atas, menjelaskan bahwa penelitian eksperimen adalah suatu penelitian percobaan yang dilakukan oleh peneliti terhadap variabel-variabel penelitian.
Penelitian ini penulis buat ke dalam dua kelompok sampel di antaranya yang pertama kelompok eksperimen yaitu kelompok yang melakukan latihan j kekuatan otot kaki, dan yang kedua kelompok kontrol yaitu kelompok yang melakukan latihan power otot tungkai.



I.       Desain Penelitian
Penulis menetapkan desain penelitian yaitu “Pre test and post test design” untuk kelancaran pelaksanaan penelitian. Desain tersebut untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
rx1y      = hubungan latihan kekuatan otot kaki dengan kemampuan shooting ke gawang.
rx2y     = hubungan latihan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang.
rx1.2y  = hubungan latihan kekuatan otot kaki dan power otot tungkai dengan kemampuan shooting ke gawang.

Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan sebagai berikut :
1.   Pertama memilih dan menentukan populasi (subyek) penelitian sebanyak 30 orang. Karena itu semua populasi diambil untuk dijadikan sampel penelitian, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling artinya semua populasi dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.
2.   Langkah selanjutnya adalah melakukan tes awal yakni tes hasil tembakan, hasil tes tersebut diranking dari skor tertinggi hingga skor terendah.
3.   Setelah diranking, kemudian dibagi dua kelompok dengan cara pengelompokkan nomor-nomor urut bilangan ganjil dan nomor-nomor urut bilangan genap. Nomor urut bilangan ganjil dikelompokkan ke kelompok eksperimen dan nomor urut genap dikelompokkan ke kelompok kontrol. Berikutnya dihitung rata-rata setiap kelompok. Apabila kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol, maka diadakan perpindahan, (maching) sehingga kedua kelompok mempunyai skor awal yang seimbang.
4.   Langkah berikutnya adalah mengundi untuk penentuan bentuk latihan. Kelompok eksperimen menggunakan latihan sedangkan kelompok kontrol sebagai kelompok pembanding menggunakan latihan vertical jump.
5.   Kedua kelompok mengadakan kegiatan latihan selama 16 kali pertemuan, satu kali tes awal dan satu kali tes akhir, sehingga jumlah 16 kali pertemuan atau satu setengah bulan. Setelah mengadakan latihan, pada pertemuan akhir diadakan tes akhir yaitu menembak ke gawang.
6.   Hasil tes awal dan tes akhir dari kedua kelompok dihitung, serta perbedaan peningkatan dari kedua kelompok tersebut dihitung pula. Hal tersebut dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan rumus statistika.

J.      Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepakbola di SMP PGRI 23 Bantarsari Kecamatan Bantarsari  Kabupaten Cilacap sebanyak 30 orang
Setelah jumlah sampel ditentukan kemudian kepada sampel tersebut dijelaskan mengenai tujuan diadakannya program pelatihan, sehingga seluruh sampel dapat mengikutinya dengan baik. Setiap pertemuan selalu diadakan cek daftar hadir, diberi motivasi, dan diberi snack (minuman dan makanan ringan) serta berbagai koreksi terhadap kelancaran program latihan.

K.    Instrumen Penelitian
Berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, maka alat pengumpul data atau instrumen penelitian hasil tembakan pada permainan sepakbola yang dilakukan pada pelaksanaan tes awal dan tes akhir seluruh sampel penelitian. Mengenai teknik pelaksanaan pengukuran hasil tembakan pada permainan bsepakbola dilakukan sebagai berikut : 
1.        Persiapan : testee berdiri pada daerah yang ditentukan yaitu pada sisi kanan atau sisi kiri pada jarak 15 feet, mendengar aba-aba “ ya” testee melakukan tembakan ke gawang sebanyak 5 kali.
2.        Skor : bola yang masuk diberi nilai satu.
3.       Penilaian : setiap bola yang masuk diberi skor satu. Skor tes adalah jumlah bola yang masuk ke gawang, makin banyak bola masuk skor tes makin baik.
4.       Tujuan : mengukur dan mengetahui hasil tembakan dalam permainan sepakbola

L.     Program Latihan
Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka program latihan dalam penelitian ini dibuat dengan pokok-pokok kegiatan sebagai berikut :
1.   Menjelaskan terlebih dahulu cara latihan otot tungkai dan otot kaki kepada sampel.
2.   Pemakaian kelompok sampel yaitu pertama kelompok eksperimen dan yang kedua kelompok kontrol.
3.   Melakukan pemanasan statis, dinamis, dan pembentukan selama 20 menit.
4.   Kegiatan inti diantaranya latihan menendang bola melalui tahapan sebagai berikut :
a)      Anak coba berdiri belakang garis sejauh 16,5 meter menghadap ke gawang, dengan ancang-ancang 5 sampai 7 meter
b)      Didepan anak coba telah disediakan bola sebanyak 5 buah
c)      Setelah ada aba-aba, anak coba melakukan tendangan ke gawang dengan cara : setelah menembak bola pertama anak coba lari mundur untuk mengambil ancang-ancang 5 – 7 meter ke belakang kemudian bergerak kedepan lagi untuk menembak bola yang kedua, begitu selanjutnya sampai bola kelima
6.   Penambahan beban latihan disesuaikan dengan kemampuan sampel.
7.   Setiap akhir latihan diberikan penenangan dengan peregangan dinamis selama 10 menit.
8.   Koreksi, tanya jawab dan ditutup dengan do’a pada setiap akhir latihan.

TABEL 1.1
PROGRAM LATIHAN KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL
(LATIHAN KEKUATAN OTOT KAKI DAN OTOT TUNGKAI)

Pertemuan
Program Latihan
Waktu
Intensitas
Ket.
Hari/Tanggal
Senin 7-4-2011
Pre-Test (Tes Awal)





  Pemanasan
15 menit
4 repetisi 3 set
Istirahat 5 menit
  Latihan Inti : lari 4 x 100 m
   Latihan Inti : loncat tinggi
45 menit




  Penenangan
15 menit


Rabu, 9-4-2011


  Pemanasan
15 menit
6 repetisi 3 set
Istirahat 5 menit
  Latihan Inti : latihan naik turun tangga
   Latihan Inti : loncat tinggi
45 menit





  Pelemasan
15 menit


Senin,14-4-2011



  Pemanasan
15 menit
8 repetisi 3 set
Istirahat 5 menit
  Latihan Inti : lari 4 x 100 m
   Latihan Inti : loncat tinggi
45 menit




  Pelemasan
15 menit


Senin,14-4-2011



  Pemanasan
15 menit
8 repetisi 3 set
Istirahat 5 menit

  Latihan Inti : latihan naik turun tangga
   Latihan Inti : loncat tinggi
45 menit





  Pelemasan
15 menit


Selasa, 15-4-2010
  Post-Test (Test Akhir)




M.    Rancangan Analisis Data
Pengujian dengan statistik dapat dilakukan guna untuk mengetahui sejauh mana kebermaknaan hasil penelitian tersebut. Pendekatan dan rumus-rumus yang digunakan sebagaimana ketentuan dan kelayakan pengujian sebuah hipotesis. Rumus statistik yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan oleh Sudjana (2003). Dari hasil pengolahan dan analisis data akan diperoleh jawaban terhadap permasalahan yang diajukan, yakni diterima atau ditolak hipotesis sesuai dengan taraf kepercayaan yang diajukan. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1.   Menghitung skor rata-rata, dengan rumus :
Arti tanda-tanda tersebut adalah :
  = Nilai rata-rata yang dicari
       = Titik tengah skor yang dibuat tanda kelas dengan c = 0
P    = Panjang kelas interval
å    = Sigma atau jumlah
fi    = Frekuensi
ci    = Deviasi atau simpangan
2.   Menghitung standar deviasi atau simpangan baku dengan rumus :
s = p
Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah :
s     = Standar deviasi yang dicari
P    = Panjang kelas interval
n    = Jumlah sampel (n = åfi)
fi     = Frekuensi
ci    = Deviasi atau simpangan
 3.  Menguji diterima atau ditolaknya hipotesis melalui pendekatan uji kesamaan dua rata-rata : uji dua pihak (uji t). Apabila data tersebut berdistribusi normal dan homogen, maka rumus yang digunakan adalah :
dengan
Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut di atas adalah :
t     = Nilai signifikansi yang dicari
X1 = Skor rata-rata tes awal atau variabel I
X2 = Skor rata-rata tes awal atau variabel II
s     = Simpangan baku gabungan
n    = Jumlah sampel
s12 = Varians sampel tes awal atau variabel I
s22 = Varians sampel tes awal atau variabel II
Kriteria pengujian adalah terima hipotesis (H0) jika –t(1-½ a) < t < t(1-½ a) dimana -t(1-½ a) didapat dari distribusi t dengan derajat kebebasan (dk) = n1-n2-2 dan peluang (1- ½a). Taraf nyata (a) = 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%. Untuk harga t lainnya hipotesis ditolak.



DAFTAR PUSTAKA


Harsono. 1988. Coaching and Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching, Jakarta : Depdikbud

Moh. Sajoto. 1984. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang : Dahara Press

Norhasan. 2001. Tes dan Pengukuran Dalam Praktek. Jakarta : Depdikbud

Poerwadarminto. 1984. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta PN. Balai Pustaka

Remy. Muchtar. 1989. Sepakbola, Pembina, Pemain. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. IKIP Medan.

Richard Widdow. 2002. Sepakbola Ketrampilan, Taktik dan Fakta. Ja
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. OLAHRAGA - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya