SOSIOLOGI OLAHRAGA - OLAHRAGA
Headlines News :
Home » » SOSIOLOGI OLAHRAGA

SOSIOLOGI OLAHRAGA

             BAB  I
    PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kemajuan di Era global ini, bukan hanya masalah kepentingan Negara yang menjadi politik. Tetapi dalam Olahraga pun sudah di jadikan bahan politik, misalnya demi kemenangan sebuah tim sepak bola, seorang manager atau pengurus rela mengeluarkan kocek sampai bermiliar Rupiah untuk menyogok wasit agar berpihak kepada meraka dan memberi kemenagan untuk sebuah gengsi dan kekuasaan.
1.2  Identifikasi Masala
Fair play dalam olahraga/sepak bola sudah tidak di utamakan, semua sudah terdoktrin oleh uang demi kepentingan gengsi dan kekuasaan  tanpa memperdulikan dampak terhadap orang lain dan perkebangan olahraga/sepak bola di masa depan.
1.3  Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Memaparkan pengkembangan politik sepak bola.
2.      Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Olahraga
3.      Menambah wawasan bagi penulis.

















1.3   Batasan Masalah
Karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang muncul, maka makalah ini hanya akan membahas tentang Sosiologi olahraga, yaitu Hubungan Olahraga dengan Politi ( Sepak bola dan Uang).
1.4  Sistematika Penulisan
Agar makalah ini mudah dipahami pembaca, maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikat :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai Sosiologi Olahraga, identifikasi masalah, tujuan dibuatnya makalah, pembatasan masalah, dan sistemtika penulisan.


BAB II PEMBAHASAN

 Sosiologi Olahraga, Hubungan Olahraga dengan Politik ( Sepak bola Dan Uang ) yang sekarang marak di Indonesia.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran merupakan Bab terakhir yang berdasarkan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran yang memotivasi.










BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Olahraga dan Politik

olahraga dan politik bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan, bukan hanya dengan  politik. Sebab olahraga memiliki multimakna, yaitu sosial, ekonomi, politik atau ideologi, dan kesehatan.
seorang politikus sejati haruslah serentak merupakan simbol kejantanan sportif. Sedangkan bagi kaum sosialis, olahraga adalah manifestasi penting semangat ideal kolektivisme yang rasional dan higienis.
Jadi, dari pertalian antara olahraga dan politik atau ideologi, sudah tampak betapa olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna itu, bahkan sudah tidak terlihat makna olahraga itu sendiri setelah semuanya terbaur oleh politik, yang ada hanyalah manipulasi sebuah kepuasan pribadi.


1.2  Antara Sepak bola dengan Uang, Gengsi dan Kekuasaan
Tulisan ini memfokuskan diri pada sepakbola, dengan lebih menitik beratkan pada politik, terutama politik demokratik. Artinya, sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan telah lama menjadi alat politik sekaligus inspirasi dan pembelajaran dalam berpolitik. Dengan kata lain, sepakbola dalam perkembangannya bukan hanya sebagai alat politik atau legitimasi politik kekuasaan, seperti diktator Franco di Spanyol yang konon pernah memanfaatkan klub sepak bola Real Madrid sebagai alat legitimasi kekuasaannya, Mussolini pada Piala Dunia 1934 yang memaksakan Piala Dunia harus dilaksanakan di Italia dan klubnya harus “menang atau mati”.
Atau misalkan club sepak bola di Italia, demi kemenangan sebuah tim sepak bola, seorang manager atau pengurus rela mengeluarkan kocek sampai bermiliar Dolar untuk menyogok wasit agar berpihak kepada meraka dan memberi kemenagan untuk sebuah gengsi dan kekuasaan.
Tetapi Sepak bola juga sebagai media pembelajaran politik demokratik, terutama yang bertalian dengan politisi dan konstituennya.
Sepakbola dan demokrasi. Bila dilihat lebih dalam, sepakbola memang mengajarkan banyak hal tentang politik, strategi memenangkan pertarungan politik, dan keterlibatan publik di dalamnya, atau yang biasa disebut demokrasi. Dalam demokrasi, yang didahulukan adalah kepentingan umum atau kepentingan bersama, kemudian barulah kepentingan pribadi atau kelompok. Tujuan utama demokrasi adalah menciptakan ruang bagi terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Demikian juga dalam sepak bola, sebagai sebuah permainan tim. Dalam sepakbola, yang diutamakan adalah kebersamaan sebagai sebuah tim, setelah itu pribadi. Pertandingan sepakbola antar bangsa, misalnya, yang didahulukan adalah kepentingan dan kehormatan bangsa dan negara, kemudian baru kepentingan pribadi atau klub. Apabila dalam politik, partai politik adalah arena atau lapangan politik milik rakyat dalam membangun demokrasi, maka dalam sepakbola, lapangan hijau menjadi “lapangan politik” milik rakyat untuk membangun kepentingan bersama. Dalam hal ini, sepakbola dapat mengajarkan bagaimana seharusnya sebuah pementasan arena politik partai dan para pendukungnya dalam menjalankan tugas politiknya, yakni fair play.



1.3  Politik Sepak bola di Indonesia

Dualisme PSSI.
PSSI di bawah ketua umum yang baru La Nyalla Mattaliti, yang terpilih pada KLB Ancol, Jakarta, masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan FIFA. Adanya dualisme kepemimpinan di PSSI ini, sudah jelas bagaimana politik sepak bola yang sangat kacau dan semua menyayangkan hal ini, karena tidak bagus bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Sangat terlihatlah perpecahan dalam sepak bola Indonesia, karna sebuah keegoisan seorang pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi.
Apabila kita ketahui makna dalam sepak bola itu sendiri adalah Sepak bola bisa menjadi pemersatu karena unsur-unsur di dalamnya, seperti sikap mau bekerja sama, gotong-royong, dan rela menanggalkan sikap egois untuk bersatu padu dalam tim agar tercapai tujuan bersama. Dalam sebuah pertandingan, tujuannya tentu kemenangan.
Sepak bola juga mengajarkan kita untuk berjiwa besar, mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Sementara bagi pemenang, juga tetap menghormati tim yang kalah dengan tidak melakukan tindakan mencemooh, dan melecehkan. Inilah sebuah nilai sportivitas. Nilai-nilai persahabatan yang ada di sepak bola seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan keseharian kita.
Kekuatan sepak bola begitu dahsyat, sepak bola sebagai permainan yang sangat digemari. Hampir di setiap kecamatan, kota dan kabupaten memiliki klub sepak bola. Orang  akan melupakan perpecahan, pertengkaran atau persoalan hidup lainnya untuk bersatu dalam mendukung timnas sepak bola yang tengah bertanding. Orang berbondong-bondong datang ke stadion, menonton televisi, seperti yang terjadi dalam ajang Piala AFF dan SEA Games 2011 lalu, untuk mendukung timnas. Begitu hebatnya magnit sepak bola. Inilah yang bisa dikatakan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa.
Harapan pecinta sepak bola di Tanah Air begitu tinggi terhadap prestasi timnas. Namun, PSSI bukannya memenuhi harapan itu, tapi malah menjadikan sepak bola kacau. Kini semua menjadi bias dan abu-abu. Sepak bola yang seharusnya bisa menjadi pemersatu, kini terkoyak oleh kepentingan-kepentingan pribadi para kepengurusan atau pemimpin yang di namakan PSSI.
Unsur sportivitas, persahabatan dan kerja sama tak lagi diindahkan. Yang justru timbul dan tampak di depan mata adalah perpecahan, perselisihan,keegoisan, kekuasaan dan gengsi yang entah sampai kapan akan berakhir.
Dan akibat kisruh yang terjadi di PSSI saat ini bisa menurunkan animo masyarakat terhadap sepak bola nasional. investor pun tentu akan berpikir panjang untuk ikut aktif mendukung kegiatan sepak bola. Animo sponsor jadi menurun. Lihat saja, beberapa pertandingan liga di Indonesia, tak banyak sponsor yang mendukung.




































BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
      Fair play dalam olahraga/sepak bola sudah tidak di utamakan, semua sudah terdoktrin oleh uang demi kepentingan gengsi dan kekuasaan  tanpa memperdulikan dampak terhadap orang lain dan perkebangan olahraga/sepak bola di masa depan.


3.2 Saran
      Penulis berharap untuk pembuatan makalah kedepannya akan semakin baik lagi. Untuk pembaca yang ingin memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun, dapat disampaikan langsung ke penulis.



                                                                                                                                                         
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. OLAHRAGA - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya